Home  / Pemerintah Daerah
Hari Ini, Pemkab Rohil Dijadwalkan Bagikan Paket Sembako di Kecamatan Bangko
Kamis, 07 Mei 2020 10:42
Wakil Bupati Rohil H Jamiludin saat menyerahkan paket sembako di Kecamatan Pasir Limau Kapas beberapa waktu lalu.

ROHIL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hilir (Rohil) melalui Dinas Sosial akan membagikan sejumlah paket sembako kepada masyarakat terdampak  pandemi Covid-19 di 15 Kelurahan dan Kepenghuluan di Kecamatan Bangko.

Dari 18 Kecamatan di Kabupaten Rokan Hilir, Kecamatan Bangko merupakan yang terakhir dalam pembagian paket sembako, dan pembagian akan dilaksanakan pada hari Kamis, 7 Mei 2020. 

Beberapa insentif berupa bantuan sosial sudah dan akan dikucurkan sebagai upaya Pemerintah dalam menekan dampak pandemi Covid-19 terhadap masyarakat luas, terkhusus masyarakat berpendapatan rendah seperti masyarakat penerima Program Keluarga Harapan (PKH), Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Untuk PKH yang sebelumnya disalurkan per tiga bulan akan dilakukan menjadi per satu bulan mulai April.

"Untuk Bulan April - Juni, KPM akan menerima PKH sebanyak 2 kali dan durasi penyalurannya akan berlangsung selama 1 tahun," ungkap Kepala Dinas Komimfotiks Rohil, Hermanto S.Sos.

Selanjutnya Program Kartu Sembako yang sebelumnya penerima eksisting dengan besaran Rp150 ribu/bulan (Januari-Februari). Saat ini, ada tambahan dengan besaran Rp 200 ribu/bulan (mulai Maret-Desember). Kemudian Program Kartu Pra kerja setiap peserta akan menerima biaya pelatihan, insentif bulanan dan survei.

"Untuk Program Kartu Pra Kerja saat ini juga sedang dilakukan pendataan pekerja terdampak Covid-19 (ter-PHK, dirumahkan dengan unpaid leave, maupun yang mengalami penurunan income), kemudian akan diprioritaskan menjadi penerima kartu prakerja," sebutnya dalam keterangan tertulis. 

Kemudian Pemerintah juga memberikan diskon tarif bagi Pelanggan 450 VA dan 900 VA Subsidi. 

Rumah Tangga daya 450 VA akan diberikan pembebasan biaya listrik sedangkan untuk Rumah Tangga daya 900 VA diberikan keringanan biaya listrik sebesar 50%. Masa berlaku keringanan ini mulai Bulan April-Juni 2020.

"Ada juga stimulus Kredit Usaha Rakyat yang tujuannya untuk meringankan beban UMKM. Skema kebijakan adalah melalui relaksasi kebijakan penyaluran KUR melalui penundaan angsuran dan pembebasan bunga selama 6 bulan," jelas Hermanto, Rabu (6/5/2020).

Lanjut dia, salah satu kriteria debitur KUR yang dapat memperoleh kebijakan restrukturisasi kredit yaitu debitur mengalami penurunan usaha dikarenakan minimal salah satu kondisi sebagai berikut, seperti lokasi usaha berada di lokasi terdampak Covid-19 yang diumumkan Pemerintah setempat (Pemda Provinsi atau Kabupaten/Kota) atau terjadi penurunan pendapatan/omzet karena mengalami gangguan terkait COVID-19 atau yang mengalami gangguan terhadap proses produksi karena dampak Covid-19.

"Dengan adanya bantuan yang disalurkan Pemerintah ini akan dapat meringankan beban masyarakat terdampak masa Pandemi Covid-19 yang saat ini sedang berlangsung," tuturnya. (rif)


Akses berita terbaru versi mobile di: m.merantione.com


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BACK TO TOP
Tentang Kami. Redaksi. Pedoman Media Siber. RSS. Kontak. Mobile Version
2014 merantione.com, All Rights Reserved.